Pebasket dengan postur tubuh di atas dua meter (200 cm) masih
cukup langka di Indonesia. Tidak berlebihan jika para pemain dengan
postur seperti itu merasakan pengalaman-pengalaman unik. Seperti apa? ( Ragil
Ugeng, Denpasar )
Muhammad
Isman Thoyib sangatlah beruntung memiliki badan menjulang. Dengan
tinggi badan mencapai 201 cm, penggawa Dell Aspac Jakarta tersebut
berkali-kali bisa melakukan dunk saat pertandingan NBL Indonesia
2010–2011. Aksi tersebut tentu sulit terealisasi seandainya badannya tak
bongsor.
Namun, kemudahan di pertandingan kerap
berbanding terbalik dengan kehidupan sehari-hari. Postur tubuh yang
sangat menjulang tersebut acapkali menimbulkan tantangan tersendiri di
luar lapangan. Misalnya ketika dia membeli baju.
”Harus menunduk kalau mau masuk ke dressing
room. Kadang kalau dressing room-nya pendek, ya nyoba bajunya di luar
saja. Tinggal lepas baju yang dipakai, terus diganti baju yang akan
dibeli,” ujar Thoyib.
Lain lagi
dengan cerita penggawa Aspac lainnya, Anggi Arizki. Pemain yang
berposisi sebagai center tersebut sangat kesulitan mencari sepatu yang
pas. Sebab, kakinya memang tergolong besar, yakni ukuran 49,5.
”Sepatu basket sih banyak. Tapi, kalau
sepatu jalan sangat susah. Makanya harus pesan,” ujar pemain bertinggi
212 cm tersebut.
Selain itu, dia
kesulitan mencari celana panjang. Pasalnya, badannya memang termasuk
tidak proporsional. Dengan tinggi 212 cm, Anggi hanya memiliki berat 86
kg.
”Kalau panjangnya memang pas.
Masalahnya, pinggang saya kan kecil. Kalau badan saya besar, mungkin
lebih gampang. Karena itu, dari semua celana yang saya punyai, paling
banyak ya celana yang saya pesen sendiri,” ujar pemain kelahiran 2
Oktober 1990 tersebut.
Memiliki
badan yang tinggi saat ini menjadi berkah bagi keduanya. Namun, itu
tidak mereka rasakan saat masih duduk di bangku SMA. Mereka merasa
minder karena menjadi orang aneh setiap kali berjalan di tempat umum.
Pandangan mata orang-orang tentu akan langsung tertuju kepada keduanya.
Tapi, saat ini mereka mengaku sangat pede untuk berjalan-jalan di tempat
umum. Mall, misalnya.
”Kalau
sekarang, malah banyak yang pengen minta foto bareng pas saya jalan di
mal. Malah merasa senang. Apalagi, kalau yang minta foto bareng itu tahu
bahwa saya pemain basket. Tapi, pas SMA dulu memang sangat minder,”
jelas Anggi yang asli Prabumulih tersebut.
Untuk urusan tinggi badan, jangan lupakan Max Yanto, center
Muba Hangtuah Indonesia Muda Sumsel. Dialah pemain tertinggi yang saat
ini berlaga di NBL Indonesia. Max memiliki tinggi 216 cm yang
menjadikannya sosok yang langsung dikenali ketika berada di lapangan.
Bahkan, tepuk tangan selalu membahana di venue pertandingan tiap kali
Max masuk ke lapangan atau mencetak poin.
Max juga merasa minder ketika masih duduk di bangku SMA.
Namun, saat ini dia sudah merasa santai dengan tinggi badannya yang di
atas rata-rata.
Tapi, dia pun
kesulitan untuk mendapatkan sepatu basket maupun kasual. Berapa ukuran
sepatunya? Tahan napas Anda. Kaki pemain asli Lampung tersebut berukuran
52.
Yang menguntungkan, Max tak
kesulitan memilih pakaian. Dia mengaku termasuk gampang mendapatkan
pakaian yang akan dikenakannya. Pasalnya, bentuk badannya terlihat
proporsional. Dia memiliki berat 125 kg yang membuat pinggangnya berisi.
Namun, berat badannya juga menimbulkan
masalah tersendiri. Oleh dokter, dia dianggap masih kelebihan 5 kg.
Idealnya, pemain kelahiran 7 Juli 1983 tersebut harus memiliki berat 120
kg. Max pun berkali-kali mencoba diet. Sayangnya, dietnya malah
berujung sakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar